Jumat, 04 November 2016

MY BELOVED MUJAHID

Hari ini kamu terlihat begitu berkharisma sayang. Entah apa yang mengembalikkan sebentuk hasrat itu dalam lengkungan senyummu. Kamu pergi dengan wajah begitu damai dan gema takbir itu seolah terpancar dalam tatapanmu.

Ya, aku tahu dengan pasti. Ini dunia yg kamu rindukan bukan? Dunia yg tanpa sengaja sedikit harus kamu abaikan semenjak ada aku dan si kecil di hidupmu. Dakwah pada umat, yg seolah sedikit demi sedikit terpinggirkan karena kesibukanmu mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi tetap mengepulnya dapur rumah kita.

Entah mengapa melihatmu hari ini, seolah aku jatuh cinta untuk ke sekian kalinya. Rindu sekali melihatmu begitu bergairah seperti ini. Ini dunia yg kau cintai, bahkan jauh sebelum kamu bertemu denganku, iya kan?

Aku tahu kamu ingin sekali ikut membela agama yg begitu kita cintai ini. Dan aku tahu kamu bingung dan takut jika aku tidak akan mengizinkanmu pergi. Makanya sengaja aku pancing dengan pertanyaan "Ayah mau ikut aksi dama ke Jakarta?", dan seolah ingin menjaga perasaanku, kamu tidak langsung menjawab, tetapi kembali bertanya "mm, emangnya kenapa gitu?". Hahaha, aku sudah menduga jawaban itu. Terimakasih karena kamu mengkhawatirkan perasaanku.

Dan benar saja, raut wajahmu berubah menjadi ceria dan sumringah begitu aku katakan "Enggak kenapa-napa. Cuma nanya aja. Kalau ayah emang mau pergi ke sana, bunda enggak akan ngelarang". "Rencananya sih iya, lagi koordinasi sama temen-temen dulu" begitu kamu jawab dengan begitu bersemangat menghampiri smart phonemu, mungkin mulai menghubungi teman-temanmu.

Alhamdulillah. Jika saat itu, restu dariku memang membuatmu begitu bahagia, maka aku lebih berbahagia sayang. Karena, bukankah tujuan pernikahan kita adalah Sakinnah, Mawaddah, Warrahmah dan Wadakwah? Bukankah 'Di Jalan Dakwah Aku Menikah'? Jadi kamu jangan takut aku akan cemburu dengan tugas dakwahmu. Tidak ada hakku untuk cemburu atas kewajibanmu pada Tuhan kita. Kamu seutuhnya milik Dia yg Maha. Selama jalanmu demi mengabdi sepenuhnya pada Allah, maka selama itu juga aku berjalan mendampingimu.

Apa aku khawatir? Tentu saja. Sedetik aku ingin sekali melarangmu pergi. Tapi, kerinduanku melihat binar matamu saat membicarakan palestin, syiria, mesir, dan dimana-mana itu lebih kuat bila dibandingkan dengan secuil rasa cemas yg tidak mendasar itu. Bukankah Allah selalu bersamamu? kamu yg selalu bilang, jihad ini tidak ada secuilnya dari jihad saudara-saudara kita di palestina, di syiria, dan di belahan bumi lainnya itu. Maka tidak ada alasan bagiku untuk menahan dan melarangmu.

Sampaikan salamku pada Allah sayang. Katakan padaNya, bahwa aku memenuhi jihadku dijalanNya. Jihadku dengan merestui dan mendo'akan suamiku membela agamaNya di garis terdepan. Sampaikan padaNya bahwa aku membersamaimu dalam berjuang. Dan suatu saat nanti, di hari besar penghisaban, aku ingin kamu bisa bersaksi di hadapanNya, bahwa aku membersamaimu berada di pihakNya.

Rabb, lindungi pejuangku ini, sampai ia kembali dalam pelukaku di rumah nanti. Aamiin

-farfalla, 411-
Aksi damai penuh cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar