Kamis, 04 September 2014

Kita Tidak Selalu Harus Sama - Sahabat -



Kita tidak pernah benar-benar bisa sama...

"Maaf, tapi sepertinya aku tidak pantas menjadi sahabat kalian"
"Kalian terlalu baik untuk aku, aku nya saja yang tidak tahu berterimakasih"
"Maaf sudah selalu merepotkan kalian"
"Kalian nggak pernah mengerti"
"Ga ada yang tahu apa yang terbaik buat aku, kecuali aku sendiri"
"Kalo nggak suka ya udah, kita nggak usah sahabatan lagi"

Kalimat-kalimat itu sering sekali aku dengar. Apalagi di awal-awal tahun persahabatan aku dan mereka. Kalimat-kalimat ini seolah menjadi suatu pertanda bagi siapa saja, bahwa orang yang sedang membicarakan itu ingin mengakhiri hubungan persahabatannya.

Perbedaan yang dirasakan selalu dijadikan alasan bahwa kita tidak pernah bisa bersahabat. Persamaan yang ada selalu dijadikan sebuah persyaratan untuk bisa menjadi seorang sahabat. Tapi, apa benar harus selalu seperti itu?

Bukankah sahabat itu bisa siapa saja yang datang? tidak melulu sama dengan diri kita. Bisa jadi sahabat adalah seseorang yang justru kita abaikan karena terlalu cerewet. Atau seseorang yang kamu benci karena dia selalu menyindir dengan tajam. Atau bisa juga seseorang yang tidak kita sangka mampu memarahi kita saat kita salah.

Mengapa mereka yang disebut sahabat?

Karena ketulusan yang lahir dari perbuatan mereka, semata-mata ingin kita terlihat dan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

Apa dengan alasan itu kamu bisa membuang sahabatmu? tentu saja bisa. Tapi, saat kamu mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan demi diri kita, saat itu juga mungkin kamu merasakan bagaimana kamu menyia-nyiakan sahabatmu.

Sahabat adalah orang yang berbeda, tetapi sekaligus sama. Ia mampu menunjukkan jati dirinya tanpa takut kamu tinggalkan, karena ia ingin kamu melihatnya sebagai dirinya, buka sebagai yang kamu pinta. Sahabat juga adalah orang pertama yang akan marah-marah di depan mukamu, saat ia tahu, apa yang kamu lakukan adalah hal yang salah, karena ia ingin kamu jadi orang yang lebih baik.

Sahabat adalah orang yang menjadikan kamu, sebagai orang yang spesial di hatinya, tanpa rasa ingin tahu apakah dia juga sama spesialnya di matamu.

Sahabat adalah orang yang akan selalu menyambutmu dengan senyuman dan tangan terbuka, meskipun kamu pernah pergi menjauhinya. 

# untuk Sahabat-sahabatku

Aku bukan seseorang yang bisa menjadi pelangimu saat hujanmu. Karena aku adalah diriku. Hanya sebuah warna di antara berjuta warna yang membentuk pelangi. Aku tidak bisa menjadi pelangi tanpa warnamu yang menyatu dengan warnaku. Kalian bagai kilauan-kilauan yang berkelap-kelip, berwarna-wrni, tapi tak ada satupun yang berwarna sama denganku. Awalnya aku merasa terlalu asing dengan warna-warnamu yang berbeda. Tapi aku menyadari satu hal. Warna-warnamu menyebar dan melengkapi bagian yang tidak ada padaku, sehingga aku tidak harus merasa takut akan warnamu yang memenuhi warnaku. Warna-warnamu menempati ruang-ruang kosong istimewa yang ada padaku, sehingga melengkapinya, menjadi sebuah pelangi warna-warni yang indah...


Dan seharusnya dalam persahabatan lebih banyak menggunakan kalimat
"terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik yang aku punya"

bukan kata "maaf"


-terimakasih-
lala.04-09-2014

6 komentar:

  1. "terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik yang aku punya"

    BalasHapus
  2. hey sahabat....bagaimana kabarmu?
    aku harap kamu semakin lebih baik di sana
    jaga kesehatan dan jaga diri baik-baik yaa..

    terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik yang aku punya :')

    kangen kamu...

    BalasHapus
  3. I'm fine..i hope so to be better..but i still lost interest what will i do and at the same time i got an indirect pressure..It seems i made a wrong path to get closer to Him

    BalasHapus
  4. Him? Her meureun yaaah :D
    kamu bisa sal...pasti kamu bisa...
    ini cuma masalah waktu dan kemauan

    semangat...yg kuaaat...

    :)

    BalasHapus
  5. I mean "Him" was Allah, not her who will get married soon...:) that word (married) now become a reason to forget her

    BalasHapus
  6. oooh....heheh..
    emang kapan dia nikahnya?

    kamu kapan ke bandung?

    BalasHapus