Sabtu, 14 Juni 2014

Jalan Pendewasaan...Allah sedang memberiku pelatihan..!!!

sekian lama membeku...
kali ini aku ingin sedikit mencairkan suasana dengan beberapa curhatan..
hanya ingin sekedar mencurahkan...
...............................................................................................................

sudah hampir 2 bulan persisnya aku mulai dengan serius merencanakan dan mempersiapkan pernikahan.
Yup..dari mulai masalah lamaran, gedung, catering, make up dan yang lainnya.
ada yang berubah semenjak itu. Ya, aku di uji dengan semua hal yang berkaitan dengan emosi dan pengendalian diri.

aku sempat membaca salah satu postingan dari Oki Setiana Dewi (OSD) di official fanpage FB nya, bahwa seseorang tidak mungkin di uji dengan yang mereka sudah tentu kuat untuk melewatinya. contohnya, seseorang yang tahan dan kuat dengan ujian masalah harta, maka tidak akan diberi ujian dan permasalahan berupa harta.

dari situ aku berpikir, hinga detik ini, mungkinkah semua permasalahan yang sungguh sangat menguras emosi dan pengendalian diriku ini karena memang pada dasarnya aku yang masih terlalu kekanak-kanakkan dalam bersikap? masih belum mampu mengendalikan emosi-emosi negatif yang muncul? ya, bisa jadi itulah penyebabnya.

semua hal itu sempat membuat niatku untuk menikah ciut. aku takut. bisakah aku yang masih terlalu kekanak-kanakan ini menjalani hidup berumah tangga? berkali-kali aku menyempatkan sujud ekstra pada Allah. hanya meminta ditunjukkan jalan yang paling baik menurut-Nya.

hampir seminggu keraguan itu sering muncul. bahkan jadi melemahkan semangatku untuk mengurusi hal ini-itu yang berkaitan dengan acara lamaran dan pernikahanku. pertengkaran dengan orang tua dan calon pendampingpun sempat beberapakali terjadi.

di saat hampir saja aku putus asa, seolah sujud ektrsku dijawab-Nya. tengah malam tiba-tiba saja aku ingin sekali membaca buku. lantas aku kembali nyalakan lampu kamar dan ku cari buku mana kira-kira yang tertarik aku baca. dan tanpa sadar aku mengambil buku yang berjudul "bekal pengantin". aku diam, hanya sempat berpikir kenapa aku harus mengambil buku ini. tapi, ya sudahlah, aku putuskan untuk mencoba membacanya.

daaaan.....seolah menemukan titik cahaya yang hilang, aku menangis. ada yang kupahami sekarang. mengapa Allah memberikan permasalahan-permasalahan itu, mengapa aku selalu gelisah, mengapa pertengkaaran seringkali terjadi, dan permasalahan2 lainnya.

Allah ingin aku belajar dan melatih pengendalan diri, mengendalikan emosi, mengendalikan pikiran, mengendalikan kecemasan, dan Allah sedang ingin memintaku untuk berbaik sangka, mempercayakan dan berserah pada-Nya. Karena memang hanya Ia yang paling bisa dipercaya.

Allah sedang ingin melatihku untuk menjadi perempuan yang tangguh, tidak manja dan lemah saat menghadapi semua permasalahan.

aku sempat membaca senua postingan di salah satu page FB. bahwa sejatinya menikah itu mendewasakan. pada saat itu, aku berpikir, bagaimana bisa aku bisa menjadi dewsa dengan menikah padahal pada kenyataannya, aku menyadari bagaimana sangat kekanak-kanakannya aku.

tapi setelah melalui fase ini, setahap demi setahap, aku sadar, ya, menkah itu mendewasakan, karena sebelum menikah, Allah akan menguji dan memberi kesempatan kita untuk belajar dan melatih kita untuk menjadi dewasa, sehingga kita siap.

karena di dalam buku tentang menikah, yang dibahas dan ditanya pertamakali adalah, apa niat mu untuk menikah. aku seperti tersindir. bukankah aku dulu menerima proposalnya karena dari agamanya? bukankah yang aku lihat dri keseluruhannya adalah keselarasan ilmu, pengetahuan, visi misi antara kami berdua dengan Allah? bukankah yang menjadi tujuan utama adalah demi kecintaan kami pada Allah dan sunnah rosul-Nya? lalu, mengapa aku harus merisaukan masalah-masalah yang sejatinya mampu aku lewati hanya karena kecemasan ku akan "nanti" yang belum terjadi.

sekali lagi, Allah memang sedang ingin mengingatkanku bahwa ada Dia yang selalu di sampingku dan yang paling bisa aku percaya. ya...berbaik sangkalah kepadaNya...


-farfalla-
14juni2014

teruntuk #HDD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar