Senin, 09 Desember 2013

Untuk Engkau yang Ku Rindu Keberadaannya di Sampingku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

  • Rabb..aku ingin bercerita:

Ini tentang hatiku yang mulai mengenal seseorang yang istimewa. Lelaki itu datang dengan sendirinya, tanpa aku tahu apa alasan di balik kedatangannya. Dia datang menawarkan masa depannya. Tersenyum menatap lurus ke arah mataku. Aku tidak bisa lihat apa yang tersembunyi di sana.

Hatiku mulai goyah, suaranya yang melantunkan surat cintaMu itu, meluluhlantakkan segala benteng yang mati-matian ku bangun sejak purnama meninggalkan malam pada peredarannya. Dan saat ku sadar benteng itu runtuh, hati ini sudah beranjak  keluar, selangkah dari batas yang seharusnya.

Lelaki itu kemudian menawarkan kembali masa depan itu, atas namaMu. Menemui orang tuaku. Ia memintaku. Aku bimbang. Adakah masa depan itu di sudut-sudut matanya yang menatap lurus arah pandangku. Hati ini selangkah lagi keluar dari batas yang seharusnya.

Tanpa ku sadari, hati ini berjalan menujunya. Menuju hatinya yang siap menyambutku. Aku menangis. Ya, menangisi kemantapan hatiku yang seolah menemukan lagi bagian yang hilang itu.

Bolehkah Rabb, aku mempercayai hatinya? Bolehkah Rabb, aku berjalan menujunya?

Tanpa meminta pembenaran, aku memilihnya. Memilih mempercayainya. Aku tidak mengetahui apa yang ia sembunyikan. Aku tidak mengetahui apa yang ia niatkan. Aku tidak memaksanya untuk selalu ada di sampingku Rabb. Karena sejatinya ia milikMu. Aku tidak mengetahui di mana sejujurnya hatinya akan ia labuhkan. Aku tidak mengetahui apakah aku menjadi wanita terakhir di mana hatinya akan ia labuhkan, atau tidak. Aku tidak tahu apakah aku wanita pilihan terakhir hatinya, atau ia masih mencari di mana hatinya akan memilih. Aku tidak peduli. Bolehkah? Aku sudah tidak mau peduli. Hati ini sudah memilih Rabb. Hati ini memilihnya, seutuhnya. Tidak peduli, hanya ada aku, atau tidak. Tidak peduli, akan di sampingku atau tidak. Tidak peduli, aku pilihan terakhirnya atau tidak. Hati ini sudah memilih. Hatiku memilih percaya padanya.

Lelaki itu, tujuanku ya Rabb. Terlepas dari apakah aku tujuannya atau tidak. Bolehkah? Bolehkah aku memilih untuk mempercayainya Rabb?

  • Rabb..aku ingin berdo'a:
Lindungi dia di manapun ia berada.
Jaga agar dia selalu ada pada jalanMu.
Temani dia dalam perjalanannya.
Sembuhkanlah dia jika dia sakit.
Kuatkan dia dalam menghadapi semuanya.
Bicara padanya saat dia sendiri.
Bukakan pintu-pintu cinta dan rahmatMu padanya.
Tegur dengan halus jika dia bersalah.
Berikanlah selalu yang terbaik padanya
kabulkanlah segala yang menjadi do'anya
Jika Engkau berkenan menyatukan kami, maka satukanlah ya Rabb.

  • Untuk engkau yang ku rindu keberadaannya di sampingku:
Aku bukanlah wanita sempurna, pun dalam beragama. Aku bukanlah seperti wanita-wanita berkerudung lebar yang mungkin lebih pantas untuk kau impikan. Aku belumlah medalami agama secara kaffah. Dan aku sendiri tidak tahu, apakah aku pantas bersanding denganmu atau tidak. Lingkunganku, teman-temanku, tidaklah seperti tempatmu yg penuh dengan kesejukkan karena dekat sekali denganNya. Aku wanita zaman yang masih awal dalam belajar beragama.

Kamu tahu, sebenarnya aku takut. Takut karena aku tahu, banyak wanita-wanita sholehah yg lebih baik dariku, dan mungkin yang lebih Allah ridhoi keberadaanya disampingmu. Takut, aku yg seperti ini membawa keburukab bagi dirimu, agamu dan akhiratmu. Takut, membuat nama baikmu dan martabatmu di hadapanNya jadi buruk. Bukankah seharusnya aku yang menjaga itu semua. Menjaga agar langkahmu semakin dekat ke syurgaNya, bukan menuntunmu menuju jahanamNya. Menjaga agar niatmu tetap karenaNya, bukan yang lainnya.

Jika kau berharap aku bisa menjadi penyejukmu nanti, jika kau berharap aku menjadi jalan jannahmu nanti, bisakah kau meminta padaNya agar tetap di sampingku, untuk menuntunku dan membimbingku. Mengajariku bagaimana caranya menjadi seorang wanita yang dirindukan syurga. Mengajariku bagaimana caranya menjadi wanita yg pantas bersanding denganmu di syurgaNya kelak. Mengajariku bagaimana caranya menjadi madrasah yang baik bagi mujahid dan mujahiddah kecilmu kelak.

Maafkan aku, jika aku belum bisa sesempurna harapanmu...

-farfalla-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar