Jumat, 06 Desember 2013

Pasir Putih, Buih dan Angin


bentangan debur biru itu memaksaku terpejam
sayup - sayup menggelitik telingaku

hamparan pasir putih itu memaksaku terdiam
lembut menyelimuti telapak kakiku

sesak ini tertahan
enggan tumpah entah kemana

ku sentuh kulit buih itu
dingin, mencium kakiku

buih itu menitipkan salam
sabda dari semesta
mengabarkan tentangku, tentangnya, tentang kita, tentang mereka

lalu angin ikut menghampiri
mengajak kerudung merah muda ku menari

saat bentangan debur biru itu mengelabu
hamparan pasir putih itu beranjak tidur
buih semakin sering datang
dan angin membawa massa mendekatiku

aku mematung
sesak ini baru lepas

(pantai indrayanti) 280913
-farfalla-











Tidak ada komentar:

Posting Komentar