Rabu, 11 Desember 2013

Cerita Pagi

pagi bercerita..

tantang embun kecil yang bermain di ujung dedaun cemara
tentang genangan air yang enggan beranjak dari pinggir jalan
tentang tanah basah yang menunggu hangat sapaan mentari
tentang kelopak mawar yang sekali lagi tertidur di rumput hijau

tak ada yang salah dengan waktu
setiap pagi akan ada cerita baru
dan selanjutnya mawar berganti pucuk mungil yg siap merekah kembali
sama seperti asa, yg memompa semangat agar mampu meraihnya..

pagi ini bercerita kembali..

-farfalla-

Senin, 09 Desember 2013

Untuk Engkau yang Ku Rindu Keberadaannya di Sampingku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

  • Rabb..aku ingin bercerita:

Ini tentang hatiku yang mulai mengenal seseorang yang istimewa. Lelaki itu datang dengan sendirinya, tanpa aku tahu apa alasan di balik kedatangannya. Dia datang menawarkan masa depannya. Tersenyum menatap lurus ke arah mataku. Aku tidak bisa lihat apa yang tersembunyi di sana.

Hatiku mulai goyah, suaranya yang melantunkan surat cintaMu itu, meluluhlantakkan segala benteng yang mati-matian ku bangun sejak purnama meninggalkan malam pada peredarannya. Dan saat ku sadar benteng itu runtuh, hati ini sudah beranjak  keluar, selangkah dari batas yang seharusnya.

Lelaki itu kemudian menawarkan kembali masa depan itu, atas namaMu. Menemui orang tuaku. Ia memintaku. Aku bimbang. Adakah masa depan itu di sudut-sudut matanya yang menatap lurus arah pandangku. Hati ini selangkah lagi keluar dari batas yang seharusnya.

Tanpa ku sadari, hati ini berjalan menujunya. Menuju hatinya yang siap menyambutku. Aku menangis. Ya, menangisi kemantapan hatiku yang seolah menemukan lagi bagian yang hilang itu.

Bolehkah Rabb, aku mempercayai hatinya? Bolehkah Rabb, aku berjalan menujunya?

Tanpa meminta pembenaran, aku memilihnya. Memilih mempercayainya. Aku tidak mengetahui apa yang ia sembunyikan. Aku tidak mengetahui apa yang ia niatkan. Aku tidak memaksanya untuk selalu ada di sampingku Rabb. Karena sejatinya ia milikMu. Aku tidak mengetahui di mana sejujurnya hatinya akan ia labuhkan. Aku tidak mengetahui apakah aku menjadi wanita terakhir di mana hatinya akan ia labuhkan, atau tidak. Aku tidak tahu apakah aku wanita pilihan terakhir hatinya, atau ia masih mencari di mana hatinya akan memilih. Aku tidak peduli. Bolehkah? Aku sudah tidak mau peduli. Hati ini sudah memilih Rabb. Hati ini memilihnya, seutuhnya. Tidak peduli, hanya ada aku, atau tidak. Tidak peduli, akan di sampingku atau tidak. Tidak peduli, aku pilihan terakhirnya atau tidak. Hati ini sudah memilih. Hatiku memilih percaya padanya.

Lelaki itu, tujuanku ya Rabb. Terlepas dari apakah aku tujuannya atau tidak. Bolehkah? Bolehkah aku memilih untuk mempercayainya Rabb?

  • Rabb..aku ingin berdo'a:
Lindungi dia di manapun ia berada.
Jaga agar dia selalu ada pada jalanMu.
Temani dia dalam perjalanannya.
Sembuhkanlah dia jika dia sakit.
Kuatkan dia dalam menghadapi semuanya.
Bicara padanya saat dia sendiri.
Bukakan pintu-pintu cinta dan rahmatMu padanya.
Tegur dengan halus jika dia bersalah.
Berikanlah selalu yang terbaik padanya
kabulkanlah segala yang menjadi do'anya
Jika Engkau berkenan menyatukan kami, maka satukanlah ya Rabb.

  • Untuk engkau yang ku rindu keberadaannya di sampingku:
Aku bukanlah wanita sempurna, pun dalam beragama. Aku bukanlah seperti wanita-wanita berkerudung lebar yang mungkin lebih pantas untuk kau impikan. Aku belumlah medalami agama secara kaffah. Dan aku sendiri tidak tahu, apakah aku pantas bersanding denganmu atau tidak. Lingkunganku, teman-temanku, tidaklah seperti tempatmu yg penuh dengan kesejukkan karena dekat sekali denganNya. Aku wanita zaman yang masih awal dalam belajar beragama.

Kamu tahu, sebenarnya aku takut. Takut karena aku tahu, banyak wanita-wanita sholehah yg lebih baik dariku, dan mungkin yang lebih Allah ridhoi keberadaanya disampingmu. Takut, aku yg seperti ini membawa keburukab bagi dirimu, agamu dan akhiratmu. Takut, membuat nama baikmu dan martabatmu di hadapanNya jadi buruk. Bukankah seharusnya aku yang menjaga itu semua. Menjaga agar langkahmu semakin dekat ke syurgaNya, bukan menuntunmu menuju jahanamNya. Menjaga agar niatmu tetap karenaNya, bukan yang lainnya.

Jika kau berharap aku bisa menjadi penyejukmu nanti, jika kau berharap aku menjadi jalan jannahmu nanti, bisakah kau meminta padaNya agar tetap di sampingku, untuk menuntunku dan membimbingku. Mengajariku bagaimana caranya menjadi seorang wanita yang dirindukan syurga. Mengajariku bagaimana caranya menjadi wanita yg pantas bersanding denganmu di syurgaNya kelak. Mengajariku bagaimana caranya menjadi madrasah yang baik bagi mujahid dan mujahiddah kecilmu kelak.

Maafkan aku, jika aku belum bisa sesempurna harapanmu...

-farfalla-



Kursi Penantian

Kanda..temanilah aku..disetiap detikku..dengan do'amu
Bila..terpisahkan waktu..tetaplah di sini..di dalam hatiku
Ya Rabbi..izinkanlah kami..untuk terjaga selalu di jalanmu
Kanda..do'amu laksana..pelepas dahaga..dilelahnya jiwa..





Hmm..melihat gambar di atas situ. Terkadang membuatku rindu. Rindu ingin membagi senyum dan tawa bersama dengan seseorang yang Allah titipkan aku padanya. Rindu membagi sedih dan airmata saat jalan yang dilewati terasa begitu sulit. Rindu berbagi pahala di sela-sela canda dan gurauan manja. Rindu berbagi harapan, cita dan do'a kala sujud-sujud panjang digelar bersama. Rindu membalas janji akan selalu membersamai dalam taat hanya kepadaNya. Rindu berbagi cinta hanya berbingkai ridho dariNya.

Bilakah?
Tentu saja segera. Walaupun ukuran segera itu hanya Dia yang Maha Mengetahui segalanya yang mengaturnya. Aku hanya dituntut untuk selalu memperbaiki diri, agar Rabbku sudi menitipkanku pada seorang hambaNya yang juga selalu berusaha memperbaiki diri. Aku hanya dituntut untuk berikhtiar, berusaha sekuat yang aku bisa untuk menemukan sang belahan jiwa. Aku hanya dituntut untuk bersabar, ikhlas menunggu sampai ketetapan itu Ia percayakan jatuh padaku.

Dan jika sekali lagi "bilakah?" itu terlontar kembali..
Entahlah..yang jelas aku percaya Rabbku yang Maha Sempurna itu sudah mempersiapkannya..

9-12-13/21.40
Kamar cinta Farfalla

Jumat, 06 Desember 2013

Menua Bersama -sepenggal kisah tentang kesetiaan cinta-

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Pada sebuah malam, remot TV aku pegang dan dengan sekenanya aku tekan-tekan tombol pemindah channelnya. Rasa bosan sudah mulai menghampiri. Tapi tiba-tiba ada satu acara Talk Show yang aku sendiri lupa ada di channel apa.

Acara tersebut dipandu oleh seorang lelaki paruh baya dan ada sepasang suami istri yang usianya juga tak lagi muda. Sang suami memakai baju muslim berwarna biru muda dan sang istri memakai gamis dengan kerudung lebar berwarna hampir senada dengan yg digunakan oleh sang suami.

Setelah menit-menit terlewat, barulah aku sadar bahwa sang istri mengidap penyakit yg parah, LUPUS. Kondisi fisik antara mereka berdua sangat jauh berbeda. Sang suami di usianya yg menginjak paruh baya itu, terlihat matang dan bugar. kata orang sunda mah "kasep". Sedangkan sang istri, wajahnya tirus dan badanya kurus. Istrinya terlihat lebih tua, walau pada kenyataannya sang suami lebih tua 7 tahun dari istrinya itu.

Aku semakin tertarik untuk melanjutkan tontonan tersebut. Yg membutku tiba-tiba terkejut, sang istri sudah berpuluh2 tahun mengidap penyakit itu, dan sudah berpuluh-puluh tahun juga sang istri meminta suaminya untuk menceraikannya dan menikah lagi. Agar sang suami bisa mendapatkan perempuan yg jauh lebih bisa mengurusnya dan anak semata wayangnya.

Sempat menyesal tidak menonton dari awal acara. Karena aku jadi tidak tahu awal permulaan obrolan itu seperti apa. Dan aku tidak tahu kisah awal dari sepasang suami istri itu.

Tak terasa air mata menetes saat sang suami ditanya oleh MC tersebut.

"Bapak sangat cinta dengan istri bapak ya? Apa yg membuat Bapak begitu setia?"

"Ibu yang mencintai saya. Itu yang membuat saya juga mencintainya"

"Maksud bapak seperti apa? bisa bapak jelaskan?"

"Ibu yang dari awal pernikahan mengabdi dengan seluruh rasa cintanya kepada saya. Ibu yang sejak awal pernikahan setia kepada saya. Ibu yang mengajarkan saya tentang cinta itu seperti apa. Ibu saja setia dan cinta dengan semua kondisi saya yang serba kekurangan, tidak mungkin dan tidak terpikirkan oleh saya akan meninggalkan Ibu dalam kondisinya yang sekarang ini. Justru saat-saat seperti inilah saya harus bisa menunjukkan padanya bahwa saya juga mencintainya"

ya Allah..mewek sejadi-jadinya aku dikursi. Mama yang lewat jadi ikut penasaran lalu ikut menonton kelanjutan acara tersebut.

"Pak, boleh saya tahu, dimana tempat favorit Bapak saat sedang bersama Ibu? misalnya di kamar gitu?" (langsung disahut dengan ciyeeee dari penonton)

"Tempat favorit saya saat bersamanya cuma satu. Hatinya"

"Wah. Saya tidak mengerti lagi Pak. Hatinya Ibu maksudnya tuh seperti apa?"

"Ya hatinya. Tempai itu adalah Hatinya Ibu. Karena Hatinya Ibu saya bisa merasakan kedamaian, kebahagiaan, ketenangan dan cinta yang tulus serta suci itu seperti apa. Dari hatinya Ibu saya belajar banyak hal tentang kebahagiaan, kesetiaan, cinta, dan sebagainya. Cuma di Hatinya Ibu saya merasa aman"

pada momen ini, sang suami memegang erat tangan istrinya. Tak terasa, aku, mama dan MC itupun ikut meneteskan air mata.

"Kalau Ibu, apakah hati bapak juga tempat favorit Ibu?"

"Bukan"

Semuanya tertawa. MC lalu menggoda sng suami
"Nah loh Pak. Ternyata tempat favorit Ibu bukan hatinya Bapak" sang suamu hanya tertawa kecil.

"Jadi, kalau bukan di hatinya bapak, lalu tempat favorit Ibu dimana? wah..jangan-jangan pikiran saya benar nih, pasti di kamar ya bu?" semuanya pun tertawa lagi.

"Bukan. Tempat yang paling saya sukai, yang paling membuat saya nyaman, yang menjadi kesukaan saya dari awal menikah dengan bapak cuma satu. Di dalam pelukkan suami saya"

Jawaban sang istri sontak membuat decak kagum dan siut-siutan penonton.

"Waah. Ternyata Ibu orang yang romantis. Coba ceritakan pada kami semua bu, mengapa Ibu mengatakan itu?"

"Karena, cuma di pelukkan suami saya, saya bisa jadi perempuan paling lemah sekaligus paling kuat. Dalam pelukan suami saya, saya bisa jadi perempuan paling kekanak-kanakkan sekaligus paling dewasa. Dalam pelukan suami saya, saya bisa nangis dan bahagia sepuas-puasnya. Di saat banyak suami yang lelah dan memilih pergi meninggalkan istri yang penyakitan, suami saya bertahan berpuluh-puluh tahun dan memilih setia menjadi pendamping saya. Bagaimana saya bisa menolak semua kebaikan itu. Jika boleh memilih, saya memilih ingin hidup lebih lama dan mati berdua"

MC sambil menyeka airmatanya lalu bertanya pada sang suami

"Apa yang menjadi keinginan Bapak yang paling ingin Bapak wujudkan? apakah ingin Ibu sembuh, atau membawa Ibu ke pengobatan yang lebih baik lagi atau ada hal yang lain?"

"Tidak perlu. Saya dan Ibu sudah mengetahui bahwa penyakit ini sulit sekali disembuhkan. Saya cuma berdo'a dan berharap, saya dikasih umur yang panjang, kesehatan dan kekuatan yang lebih besar lagi. Agar bisa merawat istri saya dan menemaninya sampai saat-saat terakhir. Karena kalau saya sakit atau saya yang meniggalkannya lebih dulu, siapa yang akan merawat Ibu. Saya takut Ibu tidak ada yang mengurus. Anak kami satu-satunya kan bekerja di luar kota dan sudah punya keluarga sendiri"

Ya Allah..Ya Rabb..
Tiba-tiba hujan deras. Para penonton, MC, aku dan juga mama pastinya, nangis senangis-nangisnya. Ternyata masih ada cinta yang seperti itu di zaman sekarang ini.

Setelah melihat acara itu, jadi berpikir, saat aku nanti memilih seorang laki-laki yang akan menjadi imam dunia akhiratku kelak, akankah dia mencintaiku dan setia padaku seperti itu? sampai saat-saat terakhir hidupku dan dengan kerelaan hati menjagaku.

Sebelum tidur, akhirnya aku kembali menggelar sajadah dan tersungkur haru karena masih merasakan efek dari acara tadi.

"Rabb..jika suatu saat nanti hamba jatuh cinta dan memutuskan memilih seorang laki-laki, jatuhkanlah pilihan hatiku pada seorang hambaMu yang mencintaiMu dan takut akan murkaMu. Yang akan memuliakanku karena kecintaannya padaMu. Yang membawaku pada syurgaMu, bukan jahanamMu..Aamiiin ya Rabb"


(dan aku harap, kamulah laki-laki hamba Allah itu)
#HDD
06/12/2013.........kamar cinta 17.52


-Farfalla-


Pasir Putih, Buih dan Angin


bentangan debur biru itu memaksaku terpejam
sayup - sayup menggelitik telingaku

hamparan pasir putih itu memaksaku terdiam
lembut menyelimuti telapak kakiku

sesak ini tertahan
enggan tumpah entah kemana

ku sentuh kulit buih itu
dingin, mencium kakiku

buih itu menitipkan salam
sabda dari semesta
mengabarkan tentangku, tentangnya, tentang kita, tentang mereka

lalu angin ikut menghampiri
mengajak kerudung merah muda ku menari

saat bentangan debur biru itu mengelabu
hamparan pasir putih itu beranjak tidur
buih semakin sering datang
dan angin membawa massa mendekatiku

aku mematung
sesak ini baru lepas

(pantai indrayanti) 280913
-farfalla-











Seseorang Itu Bernama...


Dan seseorang itu bernama Lelaki
diam di tepi sana
memandang arah Rabb-Nya

Dan seseorang itu bernama Lelaki
mencari harapan Syurganya

Dan seseorang itu bernama Lelaki
awas tersenyum meski berpeluh

Dan seseorang itu bernama Lelaki
yang tak pernah ku mengerti alur datang dan perginya

Dan seseorang itu bernama Lelaki
yang tak pernah ku ketahui
jawaban Rabbku atau ujian imanku

Dan seseorang itu bernama....

-Puncak Jabal Rahmah-
           farfalla

Tentang Satu Nama

tentang satu nama
sekelebat datang
tanpa ku mengerti alasannya

tentang satu nama
sekelebat datang
saat suaranya membuyar tangisku

tentang satu nama
sekelebat datang
kala awasnya mengikut langkahku

tentang satu nama
sekelebat datang
menantang arah pandangku

tentang satu nama
sekelebat datang
yang tak pernah ku tahu
yang tak pernah ku kenal
yang tak pernah ku sebut

sampai ketetapan-Nya datang padaku


tentang satu nama
sekelebat datang
yang dipersiapkan untukku


-Puncak Jabal Rahmah-
           farfalla

Corat-Coret


bukan bertujuan untuk menggurui..

"BAHAGIA itu, bukan tentang seberapa banyak yg kamu punya, BAHAGIA itu tentang seberapa besar kamu BERSYUKUR dengan semua yg kamu punya"

"ayolah..hidupmu itu tidak melulu tentang gelak tawa..hidupmu itu perlu sesekali digenangi air mata, rasa sakit dan pedih, dan mungkin juga penyesalan mendalam, agar kamu tau..DUNIA ITU TIDAK SELAMANYA INDAH..so..be a strong man/woman lah..jangan cemen !!"

"oke, kalau semua itu tentang MASALAH, pliiis, ga usah lebay (kecuali kamu emang berniat jd anak alay).ga usah ngerasa yg paling punya masalah, karena semua orang punya masalah, termasuk gue !!! MASALAH, kalo cuma lo pelototin, tangisin, sampe fir'aun idup lagi jg ga bakalan kelar2..Lo boleh merasa lemah, tapi MASALAH Lo itu bukan buat didiemin..bukan untuk dilompatin..MASALAH Lo ada untuk di hadapi..so..JANGAN LARI !!!"

"Sometimes...kamu emang butuh nangis dan sedih untuk beberapa alasan..tapiiiii...coba inget2 lagi deeeh..banyak juga loh alesan untuk bikin kamu tersenyum dan tertawa lagi"

"saat kamu lagi ngerasa terpuruk, sedih, yg muncul jd cemberut, uring2an, marah2 ga jelas..kamu berubah jadi orang yg mungkin dirasain orang lain tuh NYEBELIN..tapii, tau ga, itu tandanya, kamu harus ingat bahwa ternyata banyak orang yg kangen sama senyum dan tawa kamu..jadi, sedih boleh, tapi jangan lama - lama ^^"

"semua yg lagi kita jalani itu, ga akan seindah yg selalu kita harapkan..tapi, ya inilah hidup..ya ini tugas manusia..hadapi saja..ini yg bikin kamu berpikir dan dewasa"


-kita semua adalah pemenang..so, jadilah pemenang kawan-
farfalla_260813