Jumat, 07 Desember 2012

Aku, usia, dan dia (?)

Allah menentukan jalan hamba-Nya dengan cara yang unik.
Ada yang diberikan secara langsung
Ada yang ditangguhkan terlebih dahulu
Bahkan ada yang tidak diberikan dan diganti dengan yang lainnya.

Apapun yang kita lihat dari luar, belum tentu itu yang sebenarnya
belum tentu akan seperti itulah hasilnya.
jika kita bersabar dan positif kepada-Nya, mungkin saja hal baik akan segera menghampiri kita

Karena Allah itu bagaimana sangkaan umatnya

...................................................................................................................................................................
mungkin itu yang sedang Allah tunjukkan padaku
Allah mempertemukan aku dengan beberapa orang, agar aku melihat dengan lebih jelas
tidak mengedepankan asumsi semata
Dari beberapa orang itu aku mengetahui mana yang buruk bagiku dan mana yang baik
atau itukah yang sedang aku jalani, berasumsi mengenai siapa yang baik atau buruk?

Menjadi wanita di zaman penuh topeng gini tuh makin sulit.
Usia yang sudah kepala 2, bagi sebagian orang tua sudah merupakan usia yang matang untuk menikah.
Dan yeees...dengan telak mulai bermunculanlah kalimat2 itu
"Kapan nikah?", "asik kuliah dan kerja entar jadi perawan tua loh", "dulu mama kamu nikah umur segitu", "jangan kebanyakan mikir, entar malah ga nikah-nikah" dan masih banyak lagi yang lainnya...

dan sukses juga beberapa kali harus tersenyum sambil meleos pergi. Daripada makan ati..
duh ibu-ibu bapak-bapak, bukannya tidak mau
perempuan mana yang tidak ingin menikah. Hanya saja, tidak semua yang kita inginkan akan langsung terlaksana kan.

di zaman seperti ini, sulit rasanya mencari pria yang ingin menikah dan mencintai kita ridho karena Allah.
bukan banyak mau atau kriteria, tapi urusan agama itu adalah tiang nomer wahid yg harus jadi landasan mencari pria itu. Bahkan mencari pria yang bisa mengaji dan membaca Al-qur'an dengan fasih dan lancarpun sulit sekali di zaman ini.

...................................................................................................................................................................

Dan akhirnya, sepertinya untuk beberapa saat kedepan, bahkan sampai nanti Allah pertemukan aku dengan seseorang yang telah ia siapkan untuk ku, aku masih harus dengan lapang dada menerima pertanyaan-pertanyaan itu sambil tetap tersenyum..

Allahumma'anaa