Jumat, 06 Januari 2012

aku yang sangat ingin menghancurkan hidupmu itu..

" berjanjilah kau akan hidup bahagia..karena jika kau tidak bahagia, aku pun tidak akan pernah bahagia.."

menohok..

dulu sekali..aku selalu berfikir..kebahagiaanku adalah ketika apa yang aku inginkan itu bisa aku dapatkan..
aku baru mengerti sekarang..ada satu perasaan yang aneh ketika aku apat melihat raut bahagia yang terpancar dari mereka yang ku sayang..

ada satu simpul senyum yang sealu ku sunggingkan ketika mereka yang ku sayang itu juga ikut tersenyum..

berlebihankah?
aku rasa tidak..

terlalu melankolis?
segitu sempitnyakah pemikiran yang terlintas?

walau akhirnya aku tau dengan pasti...kebahagiaanku tidaklah berarti..
kebahagiaanku tidaklah bernilai..
bagi mu..
ya kan..

tak perlu gusar..aku tak marah..

aku hanya sedikit menghela nafas dan akhirnya keluar juga senyum getir dan pahit ini..

aku tau..tidak ada artinya hadirku ini kan..
tak usah kaget..
itu yang hati kecilku ini rasakan..

tapi apapun yang aku hadapi..
yang paling aku inginkan adalah membenamkanmu pada satu tempat hampa udara yang tak bemassa dan entah berada di dimensi mana..

aku ingin membakar purnama itu
aku ingin meleburkan bulan itu..
aku ingin menghempas malam itu..

kenapa?sarkatis?
biasa saja yang ku rasa..

kau justru lebih sarkatis dari yang kau sadar..

aku lelah TUHAN..
aku lelah..

bolehkah aku hancurkan dia?
seperti saat ia membenamku dan membunuh senyumku
yang tak pernah bisa aku temukan lagi keberadaannya

luka ini menginfeksi semakin ngeri..

membusukkan otot-otot pelangiku
mengubahnya semakin kelabu bahkan menghitam bau..

bolehkah TUHAN?
aku ingin tak peduli...tapi..
apa mampuku?
yang ku bisa hanya termangu menunggu waktu..

bodohnya aku..

aku berikrar pada diriku sendiri
aku manusia yang baru..
Gadis kecil cengeng yang akan membuktikan bahwa aku sanggup BERTAHAN
Gadis kecil manja yang akan membuktikan bahwa aku KUAT
Gadis kecil lemah yang akan membuktikan bahwa aku TEGAR
Gadis kecil yang dulu kau benam dalam perih
yang akan mengajarkanmu cara memahami arti luka dan airmata ini
sampai kau juga akan merasakannya...bagaimana sakit ini...

maafkan aku yang sangat ingin menghancurkan hidupmu itu..

karena kamu tidak pernah berfikir tentang arti kalimat pertama yang ku tulis di catatan ini..

-laylanmardhatillah-
23 Desember 2009

1 komentar:

  1. "walau akhirnya aku tau dengan pasti...kebahagiaanku tidaklah berarti..
    kebahagiaanku tidaklah bernilai..
    bagi mu..
    ya kan.."
    Salah. Pengalaman akan tetap terbawa ke masa-masa berikutnya. Pengalaman itu berharga, sekalipun itu pahit. Mungkin maaf takkan pernah bisa mengobati, dari dulu yang mungkin sampai saat ini. Tapi sekali lagi, sejak dulu tidak pernah secara sengaja untuk menyakiti.
    Kebahagiaanmu akan tetap berarti.

    BalasHapus